Persiapan Lomba Tari Putra Tingkat Kerisidenan

Persiapan Lomba Tari Putra Tingkat Kerisidenan

Juara Lomba Tari Putra Th.Pelajaran 2010/2011

Juara Lomba Tari Putra Th.Pelajaran 2010/2011

Kegiatan Tari Massal Pembukaan Pesta Siaga Tingkat

Kegiatan Tari Massal Pembukaan Pesta Siaga Tingkat

Sabtu, 04 Maret 2017

Pemanfaatan Lahan Sempit SDN KENCONOREJO 01

Pemanfaatan Lahan Sempit SDN KENCONOREJO 01
Siswa Sedang Menanam di Lahan Sekolah

SDN Kenconorejo 01 sejak Bulan Oktober 2016 merupakan sekolah yang terletak di Kecamatan Tulis Kabupaten Batang. Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 1080 m2 sehingga tergolong sekolah yang berlahan sempit. Meskipun demikian, mulai Bulan Oktober 2016 sekolah ini telah berbenah diri menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten.

            Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang berbudaya dan berwawasan lingkungan. Sehingga sekolah dituntut untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada seluruh warga sekolah. Selain itu, secara fisik sekolah juga harus mempercantik diri.

            Salah satu cara yang diterapkan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sekaligus mempercantik tampilan fisik sekolah yaitu melalui kegiatan bertanam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, staff, bahkan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dan dilaksanakan di Hari Sabtu.

            Lahan yang sempit bukan kendala bagi SDN Kenconorejo untuk menjalankan kegiatan bertanam di sekolah. Ada beberapa cara yang digunakan sekolah dalam menanam tanaman yaitu dengan menanam bunga menggunakan pot-pot daur ulang dari botol bekas yang kemudian digantung secara vertikal di depan masing-masing kelas. Selain itu, untuk tanaman sejenis Tanaman Obat Keluarga (toga) dan sayuran, ditanaman di polybag.

            Dua metode bertanam yang diterapkan SDN Kenconorejo ini cukup ampuh dalam mempercantik tampilan fisik sekolah. Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan siswa akan lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat kerjasama antar siswa. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme siswa ketika membawa pupuk kandang dan tanaman dari rumah, mencari tanah, kemudian mencampurkan pupuk kandang dengan tanah, proses menanamnya, hingga pada perawatan tanaman pasca kegiatan menanaman. Buktinya, tanaman yang ditanam siswa beserta guru mulai tumbuh subur dan sekolah terlihat semakin asri.